gemilang ganas menerjang tembok-tembok kusam berlumut membaja
naif .. menari berdansa-dansi di arena sunyi berlantai elegi kota mati
naif tak perduli pada kitab-kitab sakral liturgi sepi
naif kau mainkan tongkat api, tak perduli perciknya menimpa jerami
dan aku terlena di kilau nya
merasa bersayap dan bisa terbang mengimbanginya
tertawa lepas begitu saja
sebelum akhirnya terjungkal dari ketinggian
dan diujung mega-mega sana
kau tertawa
dan aku hanya bisa menatapnya dari rentang selebar samudra
........
naif .. menari berdansa-dansi di arena sunyi berlantai elegi kota mati
naif tak perduli pada kitab-kitab sakral liturgi sepi
naif kau mainkan tongkat api, tak perduli perciknya menimpa jerami
dan aku terlena di kilau nya
merasa bersayap dan bisa terbang mengimbanginya
tertawa lepas begitu saja
sebelum akhirnya terjungkal dari ketinggian
dan diujung mega-mega sana
kau tertawa
dan aku hanya bisa menatapnya dari rentang selebar samudra
........

0 comments:
Post a Comment