4/2/11

SESAT

dan nyali yang padam ini kian jauh menyesatkanku, menyeretku ke dunia lama yang telah bosan kujamah, memaksaku mengagumi tingginya candi-candi utopi. Tak jua sepatah kata sanggup ku-eja meski suntukku semakin menggila. Hanya jalanan malam tempatku menorehkan ribuan puisi tentang renjana nyaris abadi. Andaikan dewa nyali menyapaku, mungkin hanya cukup sebaris puisi kuucap didepan mu lalu hitam putih kenyataan berbicara. Setidaknya tidak lagi siksa panjang menjadi suguhan malam demi malam yang berujung haru

0 comments:

Post a Comment

 
;