Nyaris berhasil kuyakinkan pada relung dalam hati, bahwa kau tak pernah nyata
Bahwa kau tak perlu ada
Bahwa langit adalah hamparan kanvas mu
Bahwa ...
Bahwa...
Ah terburu sedetik tatapmu yang dingin beku menembus palung hati
Lalu muspra terserak segala argumentasi kata TIDAK tentang-mu
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment