9/25/11

Semenit

Kau bakar kebekuan, kau hanguskan nostalgi yang melenakan jiwa rapuh dalam tidur panjang. Lalu kau paksa bara memadam seketika, saat bimbang beranjak tertaklukkan. Kau buka mata betapa masih suramnya prosa Amor. .. semua terjadi dalam hitungan detik..
Meski kini mungkin sebentuk ruang hati tak lagi takut bermimpi tentang esok hari... meski mungkin sebongkah sisa bara kan kubiarkan menyala

0 comments:

Post a Comment

 
;