Lalu kemana harus kulangkahkan kakiku ?. Menuju gerbangmu yang tinggi angkuh atau berbalik arah layaknya pecundang?. Lalu terlena lagi dalam kemandekan, yang menina bobokan segenap nyali, memuja kenangan hampa, membanggakan cerita silam yang tak lagi ada, kamuflase yang basi, berkelit di balik keseimbangan semu yang sesungguhnya dipaksakan.
Mestikah kusesali jumpa kita ?
Mestikah ku abaikan segenap pesonamu?
Taukah kau betapa wajah dinginmu telah lama menyiksaku?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment